Beberapa masa sebelum hari Kartini kemarin, tanpa agenda apapun, saya menyaksikan sebuah film Eastwood bertajuk “Changeling”. Barangkali memang saya ditakdirkan untuk balajar ulang memahami hakikat “peran seorang Ibu” (dalam konteks ini kita dapat mengasosiasikannya dengan dorongan naluriah perempuan)
secara lebih universal. Jargon – jargon emansipasi perempuan, kasih sayang seorang ibu pada anaknya, serta lebih jauh lagi perjuangan manusia untuk mencari kebenaran tidak pernah klise dalam dunia yang ditampilkan Eastwood. Lebih menohok lagi, kisah di film tersebut berpangkal dari sebuah narasi yang benar – benar terjadi di Amerika tahun 1920-an.
Kisah berpusat pada sosok seorang single parent di Tinseltown, Los Angeles (yang diperankan dengan cukup apik oleh Angelina Jolie, setelah cukup lama ia mengubur sendiri potensi keaktoran tingkat wahidnya itu dengan bermain di beberapa film Blockbuster kacangan) Baca selebihnya »